Jika kamu pengguna aki basah pastinya tahu dong kalau aki ini butuh perawatan yang sedikit ekstra. Contohnya, seperti harus memasukan air aki (air zuur) dan menguras air aki di dalam. Tentunya, jika ingin membersihkan kerak asam sulfat, maka kamu harus tahu cara menguras aki basah yang benar.
Tidak sembarang lho untuk menguras aki, ada beberapa step yang harus kamu ikuti, supaya kesehatan aki kamu tetap terjaga. Berikut kami berikan cara mudah untuk menguras aki basah.
Simak penjelasan lengkapnya, dibawah ini.
Baca Juga: Cara Menggunakan Avometer Pada Aki Secara Tepat!
Table of Contents
Toggle7 Cara Menguras Aki Basah Yang Benar
Aki merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan, baik mobil maupun motor. Fungsinya sebagai sumber listrik membuat aki harus selalu dalam kondisi optimal. Namun, seiring waktu, cairan elektrolit di dalam aki (terutama pada aki basah) bisa berkurang kualitasnya akibat proses kimia dan penguapan. Salah satu cara perawatan yang kadang diperlukan adalah menguras aki untuk mengganti cairan lama dengan yang baru.
Jika dilakukan dengan benar, proses ini bisa membantu memperpanjang usia aki dan menjaga performanya. Namun, jika dilakukan dengan sembarangan, risiko kerusakan aki bahkan kecelakaan bisa meningkat. Berikut panduan lengkapnya.
1. Kapan Aki Perlu Dikuras?
Tidak semua kondisi memerlukan pengurasan aki. Umumnya, proses ini dilakukan pada aki basah ketika:
- Air aki sudah kotor, keruh, atau berwarna kecokelatan.
- Ada endapan atau kotoran di dalam sel aki.
- Performa aki mulai menurun padahal pengisian air aki sudah dilakukan.
- Aki sudah lama tidak digunakan dan cairan di dalamnya terlihat memburuk.
Catatan: Aki MF (Maintenance Free) atau aki kering tidak memerlukan pengurasan karena sistemnya tertutup rapat.
2. Persiapan Sebelum Menguras Aki
Sebelum mulai menguras aki, pastikan Anda menyiapkan alat dan perlengkapan berikut:
- Obeng (+) atau (-) sesuai jenis baut aki.
- Kunci pas atau ring sesuai ukuran terminal aki.
- Corong kecil untuk menuang cairan.
- Wadah plastik untuk menampung cairan aki bekas (jangan gunakan wadah logam).
- Sarung tangan karet dan kacamata pelindung.
- Air aki zuur (asam sulfat) dan air aki murni (distilasi) baru.
Selain itu, pilih tempat kerja yang terbuka atau memiliki ventilasi baik, karena cairan aki mengandung asam yang bisa mengeluarkan uap berbahaya.
3. Langkah-Langkah Menguras Aki yang Benar
Berikut tahapan menguras aki dengan aman dan mudah:
a. Matikan Mesin Kendaraan
Pastikan kendaraan dalam keadaan mati dan kunci kontak dicabut. Hal ini untuk menghindari risiko korsleting listrik.
b. Lepaskan Terminal Aki
Lepaskan kabel terminal negatif (-) terlebih dahulu, kemudian terminal positif (+). Urutan ini penting untuk mencegah korsleting saat melepas aki.
c. Keluarkan Aki dari Dudukannya
Angkat aki dengan hati-hati. Gunakan kedua tangan dan pastikan tidak ada kabel yang masih terhubung.
d. Buka Tutup Sel Aki
Pada aki basah, biasanya terdapat 6 tutup kecil (untuk aki mobil) atau lebih sedikit pada aki motor. Buka semua tutup tersebut menggunakan obeng atau tangan.
e. Kuras Cairan Lama
Miringkan aki perlahan untuk mengeluarkan cairan elektrolit lama. Pastikan cairan tertampung di wadah plastik yang sudah disiapkan. Jangan membuang cairan aki sembarangan karena bersifat korosif dan berbahaya bagi lingkungan.
f. Bilas Bagian Dalam Aki
Tuangkan air aki murni ke setiap sel, lalu kocok perlahan untuk membersihkan sisa kotoran atau endapan. Ulangi proses ini 1–2 kali hingga air yang keluar terlihat lebih bersih.
g. Isi Ulang dengan Cairan Baru
Setelah aki bersih, isi setiap sel dengan air aki zuur sesuai batas yang tertera pada dinding aki (biasanya garis upper level). Gunakan corong kecil untuk memudahkan pengisian.
h. Tutup Kembali Sel Aki
Pastikan semua tutup sel terpasang rapat agar cairan tidak mudah menguap dan debu tidak masuk.
i. Pasang Kembali Aki ke Kendaraan
Letakkan aki kembali ke dudukannya, lalu pasang terminal positif (+) terlebih dahulu, diikuti terminal negatif (-).
j. Lakukan Pengisian (Charging)
Sebaiknya aki yang baru diisi cairan langsung di-charge menggunakan charger aki atau dengan menjalankan kendaraan sekitar 15–30 menit agar daya terisi optimal.
4. Hal yang Harus Dihindari Saat Menguras Aki
- Tidak menggunakan pelindung diri. Cairan aki mengandung asam yang bisa menyebabkan iritasi kulit atau kerusakan mata.
- Menggunakan air biasa untuk mengisi aki. Air keran mengandung mineral yang bisa merusak sel aki.
- Menguras aki di tempat tertutup. Uap aki bisa berbahaya jika terhirup.
- Membuang cairan aki ke tanah atau saluran air. Limbah aki sangat berbahaya bagi lingkungan.
5. Pembuangan Cairan Aki Bekas
Jangan buang cairan aki bekas sembarangan. Simpan di wadah tertutup, lalu bawa ke:
- Bengkel resmi atau toko aki yang menerima limbah aki.
- Tempat daur ulang limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Dengan begitu, kita ikut menjaga lingkungan dari pencemaran.
6. Tips Agar Aki Awet Setelah Dikuras
- Periksa level cairan aki minimal sebulan sekali.
- Jaga kebersihan terminal aki dari karat atau oksidasi.
- Hindari penggunaan aksesori listrik berlebihan tanpa perhitungan.
- Gunakan kendaraan secara rutin agar aki tetap terisi daya.
- Pastikan sistem pengisian (alternator atau dinamo) bekerja dengan baik.
Menguras aki adalah salah satu langkah perawatan yang bermanfaat untuk menjaga performa aki basah. Prosesnya harus dilakukan dengan hati-hati, mulai dari persiapan alat, pengurasan cairan lama, pembersihan, hingga pengisian ulang cairan baru. Dengan mengikuti langkah-langkah yang benar, aki akan bekerja lebih optimal dan tahan lebih lama.
Jika mencari aki basah berkualitas, Distributor aki AIL dapat memberikan solusinya. Kami memiliki XTRA DRY yang merupakan aki basah berkualitas tinggi. Untuk info lengkapnya silahkan Klik tombol WA kami sekarang juga.
Namun, jika Anda ragu atau tidak memiliki peralatan yang memadai, sebaiknya serahkan proses ini pada bengkel atau teknisi yang berpengalaman. Selain lebih aman, risiko kerusakan aki juga bisa diminimalkan.


