Ketika membeli aki baru, hal pertama yang harus kamu cek adalah tegangan aki. Jangan sampai aki yang baru dibeli tapi memiliki tegangan yang lemah. Oleh sebab itu, penting rasanya untuk mengetahui cara menggunakan avometer untuk mengukur tegangan aki.
Nah, bagi kamu yang belum mengetahuinya, kami akan menjelaskan secara lengkap tentang rangkain menggunakan avometer pada aki. Simak terus infonya dibawah ini.
Baca Juga: Umur Aki Mobil Yang Normal Biasanya Berapa Lama sih?
Table of Contents
ToggleTata Cara Menggunakan Avometer Pada Aki
Memeriksa kondisi aki sangat penting untuk memastikan kendaraan tetap prima. Salah satu alat yang bisa digunakan adalah avometer (multimeter). Alat ini dapat mengukur tegangan aki, mengetahui apakah aki masih sehat, lemah, atau perlu diganti. Berikut adalah cara menggunakan avometer pada aki secara jelas dan langsung.
1. Siapkan Peralatan
Sebelum mulai, pastikan Anda menyiapkan:
- Avometer (Multimeter) – pastikan berfungsi normal.
- Aki kendaraan – bisa aki mobil atau motor.
- Sarung tangan – untuk keamanan.
- Kacamata pelindung – opsional, tapi disarankan.
2. Atur Avometer ke Mode DC Voltage
Aki kendaraan menghasilkan arus DC (Direct Current), jadi:
- Putar selektor avometer ke simbol V⎓ (DC Voltage).
- Pilih skala 20V (umumnya tegangan aki di bawah 20 volt).
Mengatur ke skala yang tepat akan membuat hasil pengukuran akurat.
3. Hubungkan Kabel Avometer ke Aki
- Kabel merah → sambungkan ke kutub positif (+) aki.
- Kabel hitam → sambungkan ke kutub negatif (-) aki.
Pastikan sambungan kuat dan tidak longgar agar hasil pembacaan stabil.
4. Baca Hasil Tegangan Aki
Setelah kabel terpasang:
- Lihat angka pada layar avometer.
- Standar tegangan aki mobil atau motor dalam kondisi mesin mati adalah 12,4 – 12,7 volt.
- Jika hasil:
- ≥ 12,7 V → Aki penuh dan sehat.
- 12,4 – 12,6 V → Aki masih normal.
- < 12,3 V → Aki mulai lemah.
- < 12,0 V → Aki sangat lemah, perlu dicas atau diganti.
5. Pengukuran Saat Mesin Hidup
Untuk mengetahui apakah alternator bekerja dengan baik:
- Hidupkan mesin kendaraan.
- Ulangi pengukuran seperti sebelumnya.
- Tegangan normal saat mesin hidup adalah 13,8 – 14,5 volt.
- Jika < 13,5 V, sistem pengisian kurang baik.
- Jika > 14,8 V, kemungkinan regulator alternator bermasalah.
- Jika < 13,5 V, sistem pengisian kurang baik.
6. Tips Keselamatan Menggunakan Avometer pada Aki
- Jangan menyentuh kedua kutub aki secara bersamaan.
- Hindari percikan api dekat aki, terutama pada aki basah yang mengandung cairan elektrolit.
- Pastikan avometer tidak dalam mode Ampere saat mengukur tegangan, karena bisa menyebabkan korsleting.
7. Perbedaan Mengukur Aki Basah dan Aki Kering
Cara menggunakan avometer sama untuk aki basah maupun aki kering. Perbedaannya hanya pada perawatan:
- Aki basah biasanya punya tutup sel yang bisa dibuka untuk cek air aki.
- Aki kering bersifat bebas perawatan, cukup ukur tegangan untuk mengetahui kondisinya.
8. Mengapa Pemeriksaan Aki Penting?
- Mencegah kendaraan mogok mendadak.
- Mengetahui kondisi aki sebelum rusak total.
- Memastikan sistem pengisian bekerja optimal.
- Menghemat biaya dengan perawatan dini.
9. Frekuensi Pengecekan Aki
Disarankan melakukan pengecekan:
- Sebulan sekali untuk kendaraan yang jarang digunakan.
- Setiap servis berkala untuk kendaraan harian.
- Sebelum perjalanan jauh agar tidak ada masalah di jalan.
Kesimpulan
Menggunakan avometer pada aki tidak sulit. Langkahnya hanya:
- Atur avometer ke DC Voltage 20V.
- Sambungkan kabel merah ke positif dan hitam ke negatif.
- Baca hasil tegangan.
- Bandingkan dengan standar normal.
- Uji juga saat mesin hidup untuk cek sistem pengisian.
Dengan pengecekan rutin menggunakan avometer, Anda bisa memastikan aki selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan. Sebagai distributor aki berpengalaman, AIL Group akan selalu melakukan pengecekan aki sebelum dikirimkan ke setiap Customer dan Mitra kami.


