Updated on: 5 March 2025
Ditengah Musim hujan yang datang dengan intensitas tinggi, tentunya membuat resiko banjir menjadi tinggi pula. Bagi pengguna roda 4, mobil yang terendam banjir bisa menjadi mimpi buruk. Karena, besar kemungkinan mobil akan mengalami kerusakan besar hingga mobil tak bisa digunakan kembali.
Nah, kali ini kami akan menjelaskan langkah apa saja yang harus kita ambil setelah mobil kita terendam banjir. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan mobil yang lebih besar. Penasaran akan infonya? Simak terus pembahasan kami dibawah ini.
Baca Juga: 7 Penyebab Aki Mobil Konslet dan Cara Mengatasinya
Table of Contents
ToggleLangkah – Langkah Penanganan Mobil Terendam Banjir
Musim hujan sering kali membawa risiko banjir, terutama di daerah perkotaan dengan sistem drainase yang kurang baik. Salah satu masalah yang kerap terjadi akibat banjir adalah kendaraan yang terendam air. Jika mobil Anda mengalami hal ini, ada beberapa langkah yang harus segera dilakukan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dan meminimalkan biaya perbaikan.
1. Jangan Langsung Menyalakan Mesin
Setelah banjir surut, banyak pemilik mobil tergoda untuk langsung menyalakan mesin guna memastikan kendaraan masih bisa berfungsi. Namun, ini justru bisa memperparah kerusakan, terutama jika air telah masuk ke dalam ruang mesin. Air dapat menyebabkan korsleting listrik atau merusak komponen mesin, seperti piston dan silinder.
2. Lepaskan Kabel Aki
Langkah berikutnya adalah melepas kabel aki untuk mencegah korsleting. Air yang masuk ke dalam sistem kelistrikan dapat menyebabkan hubungan pendek yang bisa merusak berbagai komponen elektronik mobil. Dengan mencabut aki, Anda dapat mengurangi risiko kerusakan pada sistem kelistrikan.
3. Periksa Ketinggian Air yang Merendam Mobil
Sebelum memutuskan tindakan lebih lanjut, periksa seberapa tinggi air yang telah merendam mobil. Jika air hanya mencapai bagian bawah pintu, kemungkinan besar kerusakan tidak terlalu parah. Namun, jika air sampai ke dashboard atau bahkan menenggelamkan mesin, maka diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga profesional.
4. Cek Kondisi Oli dan Bahan Bakar
Air yang masuk ke dalam mesin atau tangki bahan bakar dapat mencemari oli dan bensin, yang berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada mesin. Periksa dipstick oli, jika warnanya berubah menjadi seperti susu atau terdapat bercak air, maka oli harus segera diganti. Begitu pula dengan bahan bakar, jika ada indikasi air masuk ke dalam tangki, segera kuras dan ganti dengan yang baru.
5. Keringkan Interior Mobil
Air yang masuk ke dalam kabin dapat menyebabkan kelembaban berlebih dan memicu pertumbuhan jamur serta bau tidak sedap. Segera keluarkan karpet, jok, dan barang-barang lain yang menyerap air. Gunakan kain lap kering untuk menghilangkan sisa air, lalu jemur atau gunakan pengering udara (blower) agar interior benar-benar kering.
6. Periksa Sistem Kelistrikan
Setelah memastikan interior mobil kering, periksa sistem kelistrikan seperti lampu, klakson, AC, dan power window. Jika ada yang tidak berfungsi atau menunjukkan tanda-tanda korsleting, sebaiknya segera bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
7. Cek Sistem Rem dan Suspensi
Air banjir yang mengandung lumpur dan kotoran bisa mengendap di sistem rem dan suspensi. Sebelum menggunakan mobil kembali, lakukan pemeriksaan pada rem dan suspensi untuk memastikan tidak ada kotoran yang menempel atau bagian yang mengalami kerusakan akibat perendaman.
8. Segera Bawa ke Bengkel
Jika mobil terendam cukup parah, sebaiknya segera bawa ke bengkel resmi atau terpercaya untuk pemeriksaan menyeluruh. Teknisi profesional dapat mengevaluasi tingkat kerusakan dan melakukan perbaikan yang diperlukan untuk mengembalikan kondisi mobil seperti semula.
9. Cek Asuransi Mobil
Jika mobil Anda memiliki perlindungan asuransi yang mencakup risiko banjir, segera hubungi pihak asuransi untuk mengajukan klaim. Biasanya, perusahaan asuransi akan mengirimkan surveyor untuk menilai kerusakan dan menentukan biaya perbaikan yang dapat ditanggung.
10. Pencegahan di Masa Depan
Agar kejadian serupa tidak terulang, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, seperti:
- Menghindari parkir di daerah rawan banjir.
- Memantau prakiraan cuaca sebelum berkendara.
- Memilih asuransi yang mencakup risiko banjir.
- Memastikan sistem drainase sekitar tempat tinggal atau parkir berfungsi dengan baik.
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, dampak kerusakan akibat mobil yang terendam banjir dapat diminimalisir. Selalu waspada dan lakukan tindakan pencegahan agar kendaraan tetap dalam kondisi optimal di musim hujan.
Baca Juga: Berapa Lama Masa Pakai Aki Mobil? Faktor Dan Cara Menjaganya
Wajib Ganti Aki yang Terendam Banjir
Aki merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan mobil yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat perendaman air. Jika aki terendam dalam waktu lama, air dapat merusak sel-sel di dalamnya, mengurangi daya tahan, dan menyebabkan aki tidak dapat menyimpan daya dengan baik. Mengganti aki dengan yang baru sangat dianjurkan untuk memastikan kelistrikan mobil tetap berfungsi dengan optimal dan mencegah masalah saat menyalakan mesin di kemudian hari.
Kamu bisa memilih aki dari distributor aki AIL Group yang memiliki kualitas dan ketahanan yang teruji. Untuk aki mobil kami memiliki aki mobil bergaransi ATLASBX, aki mobil tahan lama XTRA SUPREME, aki mobil basah XTRA DRY.
Pemesanan ketiga produk tersebut dapat dilakukan melalui cabang dan dealer AIL Group yang tersebar di berbagai daerah di indonesia. Kunjungi laman dealer aki ini untuk mengetahui alamat dan kontak mereka. Bisa pula menghubungi kami via WA di 08111088119 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.


